SEARCH

Loading...

"TRACK RECORD" & "BLUE PRINT" ALUMNI UNTUK BANGSA

Tulisan ini kupersembahkan buat almamater yang telah membesarkanku. Fakultas Teknik UNM yang dulunya adalah FPTK hari ini ber-Dies Natalis yang ke-50 tahun,...Dirgahayu FT UNM.


Siapa yang menyangka kalau FT UNM akhirnya berhasil menginjak usia yang ke-50 tahun? Bahkan siapa yang menyangka kalau FT UNM “setidaknya berhasil” melewati masa-masa sulit pembinaan kemahasiswaan yang sedemikian “ruwet”nya hingga suatu ketika saya pernah membaca aroma “pembekuan” sementara seluruh atau sebagian aktifitas vital perguruan tinggi. Paling tidak ada tiga hal menurut saya yang harus dibenahi FT UNM dan UNM dalam kurun waktu singkat :

PERTAMA,
Kualitas mahasiswa adalah kualitas pribadi-pribadi yang telah dipersiapkan oleh jenjang pendidikan sebelumnya. Maka sangatlah tidak mungkin jika FT UNM berharap mendapatkan pribadi mahasiswa yang baik, tetapi pembinaan pribadi pendidikan dari jenjang pendidikan di bawahnya tidak memperbaiki dirinya. Nah, FT UNM pada level itu memiliki peran pembinaan “pendidik” semua level. Sehingga bukan mustahil, “kandidat mahasiswa UNM” telah dipersiapkan sejak mereka usia TK, SD, SMP, SLTA. Konsep “ekslusif” para kandidat itu akan memacu perbaikan moral, akhlak sejak dini dan UNM akan memetik hasilnya di “hulu pendidikan” secara menyeluruh. Jangka pendeknya, FT UNM harus selektif menerima calon mahasiswa berdasarkan budi pekerti yang baik, akhlak yang terjamin, kualitas diri yang mumpuni, mentalitas yang terjaga dan terakhir adalah kemampuan akademik yang bisa dipertanggungjawabkan. Setelah itu kemudian persiapan "kandidat" sejak dini melalui kualitas alumni yang saat ini menjadi tenaga pendidik di semua jenjang. Sadar atau tidak, kualitas akhlak "bakal kandidat" mahasiswa sedang dipertaruhkan dengan kualitas akhlak pendidik jenjang sebelumnya yang notabene adalah alumni UNM juga. Jika kelak mereka setelah jadi mahasiswa ternyata "mbalelo", maka itulah "potret" alumni yang pernah mendidiknya dulu.

KEDUA,
Wilayah agraris & bahari adalah salah satu penyebab mengapa alumni bercita-cita ingin menjadi PNS, birokrat dan pejabat pemerintahan. Alasannya sederhana, tidak ingin menjadi petani atau nelayan yang merupakan pekerjaan orang tua mereka. Sehingga menjadi PNS adalah kebanggaan keluarga. kemudian semangat wirausaha direbut oleh orang lain. Hasilnya, jadilah segelintir alumni UNM sebagai “PNS & pejabat pemerintahan” tanpa menyimak “sejarah kelam”nya yang pernah merusak, membakar kampus, melakukan tindakan asusila, minum minuman keras, tawuran dan tindakan kriminal lainnya. FT UNM sebagai institusi berkewajiban “mematenkan” dan mengumumkan “track record” positif ataupun negatif alumninya untuk mematangkan dan memastikan peran alumni itu dalam masyarakat di kemudian hari. Jika tidak, maka suasana terbalik akan selalu terjadi. Alumni dengan kualitas terbaik akan mencari “jalan hidupnya” sendiri-sendiri mencari dunia yang sudah “tobat”, sementara alumni yang “belum tobat” menempati peran mengubah tatanan sosial sebagaimana kebiasaan dan tabiat pribadinya selama di kampus.


KETIGA,
Kegiatan kemahasiswaan bukanlah borok ataupun “hama” dalam dunia perguruan tinggi. Kualitas pribadi mahasiswa terbaik lebih dominan terbangun melalui lembaga-lembaga kemahasiswaan apapun bentuknya. Menurut saya, kembalikan mereka (lembaga-lembaga kemasiswaan itu) pada posisi “terhormat” karena sesungguhnya kehormatan perguruan tinggi berada di pundak-pundak mereka. Kreatifitas prima mampu mereka bangun justru bukan dari seberapa “kinclong” prestasi akademiknya. Melainkan semangat dobrak pembaharuan dalam segala lini kehidupan akan mampu mereka gagas lewat lembaga-lembaga kemahasiswaannya dan lebih dominan mereka butuhkan kelak “di dunia nyata” setelah itu.
Salam hormat saya untuk segenap civitas akademika FT UNM, semoga TETAP JAYA.

TRIK MEMILIH WARNA CAT

Ada 3 hal pokok yang mesti diperhatikan oleh sahabat 'sketsa' ketika hendak mengecat ulang salah satu kamar atau ruang dalam rumahnya.

1. Pemilihan warna cat
2. Pemilihan merk cat
3. Waktu & teknik Pengecatan.

Baiklah, sekarang mari kita ulas satu persatu secara sederhana.

PERTAMA
Pemilihan warna cat tentulah sangat subyektif alias tergantung selera anda sendiri. Meskipun selera setiap orang berbeda satu sama lain, tetapi tidak ada salahnya lewat tulisan ini saya mengajak sahabat 'sketsa' mengeksplorasi bakatnya tentang trik "mengelola" selera pemilihan warna. Silakan amati spektrum warna yang saya sajikan di bawah ini. Bagi anda yang sehari-harinya bergulat dengan gambar-gambar autoCAD, maka spektrum ini tentu tak asing lagi bagi anda.

Tetapi bagi anda yang tidak mengenalnya, maka anggap saja kotak-kotak warna ini adalah contoh warna di toko cat tempat langganan cat anda.





Untuk memudahkan pemahaman trik ini, maka pastikan terlebih dahulu bahwa penguasaan warna anda 'normal' alias bebas dari buta warna. Jika tidak, maka mintalah kerabat atau sahabat anda untuk mendampingi.

Amatilah kotak spektrum warna di atas, pilihlah dua warna di kolom yang berdekatan. Misalnya Hijau dengan kuning.



Trik ini membuktikan bahwa warna dalam spektrum yang berdekatan, secara sederhana adalah warna yang sepadan. Mari kita kita coba lagi dengan memilih warna yang lain...sandingkan warna kuning dengan warna sedikit orange persis di kotak sebelahnya.




Bandingkan pilihan anda ketika menggandengkan warna merah dengan warna gelap di jejeran atasnya atau bahkan warna gelap itu dijadikan warna hitam. Maka kombinasi hitam merah itu akan membuktikan bahwa perpaduan warna yang berada pada spektrum sejajar, sangat membuka peluang kontrasi warna menarik jika tujuan pilihan warna itu adalah "aksen". Misalnya, ketika jok kursi anda adalah merah, maka pilihlah warna hitam sebagai warna sandarannya. Hal serupa bisa diterapkan koq untuk warna dinding, lantai ataupun plafon.




Lakukanlah trik itu dengan menggunakan sample colour yang diterbitkan pabrikan cat. Biasanya setiap merk cat memiliki kode warna sendiri.





Masukkan alamat email anda untuk menjadi anggota forum ini