SEARCH

Showing posts with label Portfolio. Show all posts
Showing posts with label Portfolio. Show all posts

INILAH AKIBATNYA JIKA ANDA BELAJAR MERANCANG RUMAH SENDIRI

Tidak sedikit dari para pembaca blog ini yang mencibir sekaligus meragukan optimisme yang berusaha saya bangun bersama saudara-saudaraku yang lain....yahhhh,... Betapa tidak, karena ternyata melalui media inilah sebagian kawan yang sebelumnya tak pernah berpikir bahkan meskipun hanya berkhayal bisa mendesain rumahnya sendiri layaknya arsitek profesional....dan kini mereka sudah 'pede' membuka dialog dengan siapa saja yang ingin maju.

Hasilnya ?.... karya-karya itu akan saya buka satu per satu... 

Semboyan kami masih tetap :

"............banyak yang lebih mampu tetapi hanya "kami" yang mau melakukannya................."























OPINI ARSITEKTUR



Karya arsitektur adalah karya yang selalu fenomenal dari masa ke masa. Aliran-aliran arsitektur pun beraneka warna melebihi aneka warna aliran agama dan kepercayaan. Makanya tidak salah kalau warna peradaban akan selalu mengikut bersama warna arsitektur setiap masa.


Banyak orang beranggapan bahwa 'coretan' arsitektur adalah milik 'para arsitek' saja. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah tetapi juga tak sepenuhnya benar. Rujukan karya-karya peradaban tak sedikit yang lahir justru dari para "hanya pemerhati" arsitektur.


Ringkasnya, lewat blog ini saya hanya ingin berbagi bersama khalayak ramai untuk menuangkan "pemikiran", "menggagas konsep", "mengkritik sosial", "me'reka','yasa", "membangkitkan lautan idealisme" dan  "membangun peradaban diri".


Sependapat atau tidak, semuanya ada di tangan anda. Yang jelas, coretan-coretan grafis sederhana akan selalu terbarukan di blog ini dan silakan ambil manfaatnya selama itu anda anggap bermanfaat. Pastinya blog ini tak mampu membangun peradaban, tetapi bukan tidak mungkin lewat goresan andalah pilar peradaban itu.


Saya berharap, hubungi saya di: mappis_24@yahoo.com kalau sekiranya ada hal-hal yang kurang berkenan. Dan jika anda dapat meraih manfaat, sebarkan ke semua kawan-kawan di jejaring sosial anda.


SEMOGA MAKIN TERASA MANFAATNYA


MAPPISARA TAHUDDIN

mappis_24@yahoo.com

PEKERJAAN PEMASANGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN



www.forumarsitek.blogspot.com - Pekerjaan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan. Penggunaan baja ringan sebagai bahan konstruksi rangka atap, saat ini sudah semakin digemari. Baik di perumahan atau bangunan-bangunan pemerintah hampir semuanya menggunakan rangka atap baja ringan. Selain karena kemudahan, faktor kecepatan pemasangan juga menjadi pertimbangan sehingga rangka atap baja ringan dipilih sebagai bahan konstruksi rangka atap.

Berikut adalah panduan pelaksanaan pekerjaan pemasangan rangka atap baja ringan, yang kami dapat dari blognya bapak Salmani Saleh dan kami ramu dengan berbagai sumber.

  1. Pemasangan Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan.
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pengdukungnya (kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya.
Persyaratan teknis rangka atap baja ringan diantaranya :
  1. Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya.
  2. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
  3. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda rata.
  4. Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
  5. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
  6. Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanaan pekerjaan.



Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
  1. Dipasang langsung di atas ringbalk.
  2. Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate. Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin harus dihindari, karena tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk, jika ringbalk tidak rata. Pengunaan wall-plate akan berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam ringbalk menjadi berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plateyang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil.
Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai berikut :
  • Langkah 1 : Persiapan kerja.
  • Langkah 2 : Leveling dan marking.
  • Langkah 3 : Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda.
  • Langkah 4 : Pemasangan Penutut Atap.


  1. Inspeksi Akhir.
Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan-serpihan akibat proses pemotongan baja ringan) atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja ringan, seperti : pengikatan dengan kawat bendrat, pemasangan sekrup yang tidak standar, atau karena goresan benda tajam. Jika terjadi korosi pada suatu logam yang menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran korosi sangat besar.
Oleh karena itu harus dilakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran maupun logam-logam lain yang masih menempel ataupun berada di sekitar struktur baja ringan.



Selain itu, juga perlu dilakukan pemeriksaan secara cermat berkaitan dengan item-item berikut :

  1. Keselamatan Kerja di Ketinggian
Pemasangan kuda-kuda tergolong dalam jenis pekerjaan di ketinggian, mengingat posisi kuda-kuda yang berada pada ketinggian lebih dari 2 meter.
Untuk menghindari kecelakaan yang dapat berakibat fatal saat bekerja di ketinggian, harus diperhatikan prinsip kerja sebagai berikut :
  1. Jika pekerjaan masih memungkinkan untuk dikerjakan di atas tanah/lantai, maka sebaiknya dilaksanakan di atas tanah/lantai.
  2. Jika tidak memungkinkan dikerjakan di atas tanah/lantai, maka bisa dilakukan di ketinggian, dengan dipasang penghalang yang cukup kuat atau semi permanen, dan mampu menahan beban jika pekerja terjatuh.
  3. Jika tidak memungkinkan dipasang pengaman seperti pada point di atas, maka harus digunakan perancah atau scaffolding.
  4. Jika tidak dapat digunakan perancah atau scaffolding, maka harus dikenakan alat pengaman kerja yang mampu mengamankan pekerja dari resiko jatuh dari ketinggian.
  5. Jika akan digunakan tangga, perlu dipastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tangga cukup kuat dan terpasang dalam posisi yang stabil, serta jangan memaksakan meraih alat ataupun bahan yang sulit dijangkau.
  6. Jika semua alternatif di atas tidak dapat dilaksanakan juga, maka harus dilaporkan pada pengawas pekerjaan bahwa pekerjaan tidak aman untuk dilaksanakan.



Hal-hal lainnya yang juga harus diperhatikan, antara lain adalah :
  1. Memakai pakaian kerja dengan benar dan sesuai standar
  2. Memakai topi atau helm pengaman (safety helmet).
  3. Memakai sepatu kerja
  4. Memakai sarung tangan dan sarung lengan yang terbuat dari bahan anti gores.
  5. Membersihkan tempat kerja dari kotoran atau benda lain yang dapat mengganggu proses pekerjaan.


BUKIT GREEN HASANUDDIN

"Bukit Green Hasanuddin" di-release pekan ini dan direncanakan akan dilaunching beberapa minggu ke depan. Dapatkan informasi selengkapnya melalui www.smartgreenvillage.blogspot.com.











RUMAH IDAMAN VERSI 2

Terjadi perubahan drastis setelah saya menerima peta lokasi yang menunjukkan ukuran lahan yang sebenarnya. Perlu diketahui bahwa meskipun pada “pre design sebelumnya tidak terdapat ukuran, tetapi dipastikan bahwa lebar keseluruhan bangunan persis 9 meter. Padahal, rumah ini tidak cocok untuk dirancang “kopel” atau lazimnya dikenal dempet-dempetan layaknya perumahan dengan lahan terbatas alias dibatasi. Okelah,…lupakan saja yang itu dan silakan kita lihat kembali yang satu ini !!!
Garasi yang awalnya saya tempatkan di sebelah timur, akhirnya harus mengalah berpindah ke sebelah barat dengan pertimbangan kecukupan “space”. Meskipun sebenarnya kurang begitu siiip dalam hal ini karena saya tahu kelas jalan di Pattiro kemungkinan akan berkembang menjadi jalan kabupaten. Kalau mengacu pada aturan sempadan pada umumnya, maka jarak dari tembok terluar ke garis pagar adalah ½ lebar jalan ditambah 1. Saya perkirakan lebar jalan di sana 8 meter, maka jarak pagar ke tembok terluar kita upayakan 4 + 1 atau kira-kira saja 5 meter..lah..!
Teras, saya pikir ukuran teras yang saya tentukan ini sangat fleksibel dengan keberadaan cikal bakal taman di depannya. Sederhananya begini, kalau ingin teras lebih luas maka kurangi saja taman depannya dan saya kira begitu sebaliknya. Taman ini, sebaiknya dirancang belakangan saja supaya energy kita lebih terfokus kepada inti permasalahan.
Ruang Tamu, sengaja kita berikan perlindungan pada dinding sebelah baratnya tak lain hanyalah untuk menghindari “view” langsung ke pintu makam. Tak bisa dipungkiri, faktor ini tetap harus diperhitungkan.
Ruang Kerja/Perpustakaan, special saya tempatkan di depan dengan berbagai pertimbangan. Pertama, ruang ini bisa menjadi ruang public sewaktu-waktu misalnya les, kursus dan semacamnya. Atau tempat usaha lain seperti photografi atau apapun saja.
Ruang tidur utama, kita tempatkan di bagian terdepan semata-mata hanya dengan filosofi bahwa kepala keluarga berada di sana dan siapa pun yang keluar masuk rumah itu harus atas sepengetahuannya. Termasuk anak yang hendak keluar rumah, dengan sendirinya akan ketahuan. Nah…yang jadi masalah Kamar mandinya. Silakan tentukan sendiri, bisa mengikuti pintu yang saya tentukan atau pindahkan pintunya ke Kamar tidur utama…Terserah yang punya rumah.
Ruang tidur ada 2, yang satu berada persis di depan kamar tidur utama dan satunya lagi berada di depan Ruang Makan.
Ruang Makan, mudah-mudahan ini tidak terlalu berlebihan. Karena kita adalah keluarga besar, maka saya sarankan untuk memperluas ruang makan ataupun ruang keluarga. Bahkan karena ingin benar-benar membuat kesan luas tersebut, makanya dapur tetap dengan konsep “open”.
Ruang cuci, Kamar mandi belakang, dan sumur….Meskipun di sana sudah ada PDAM, tapi sumur tetap pasti dibutuhkan. Nah,…tempat jemuran,..sisa lahan 1 meter di samping kiri kanannya adalah tempat yang refresentatif untuk itu,..Kalo untuk iklim perumahan sebenarnya sudah tidak cocok menjemur kayak itu. Tetapi dalam hal ini silakan dipertimbangkan.

Singkat saja,,….mengenai atap…..bolak balik saya rombak denah ini karena pertimbangan atap. Ada kecenderungan, jika kita mengirit rencana atap sebagaimana model atap gambar sebelumnya maka sirkulasi udara harus kita carikan solusi ekstra. Sebaliknya dengan sedikit membuat dua trap atap, peluang sirkulasi cahaya maupun udara ke dalam rumah melalui ruang keluarga sangat terbuka lebar. Tergantung jenis jendela yang kita gunakan saja nanti penentunya.
Coba bandingkan model atap dua alternative di atas. Kalo saya memilih yang kanan, makanya design yg kanan itu yang saya lanjutkan. Tetapi jangan kuatir semuanya terserah tuan rumahnya..ha..ha..ha..
Oh.ya..hampir lupa, persis di atas kamar mandi belakang dan sumur,…atapnya saya usulkan bikinkan dag beton (atap plat beton). Untuk ke depannya, bisa difungsikan sebagai tempat tangki air (tandon) dan bahkan bisa dipastikan kalau situasi mendesak, dari sebelah kiri akan muncul tangga darurat untuk membuat atap plat itu menjadi tempat jemuran.
Saya harap, ukuran yang ada di denah sudah cukup untuk dijadikan pertimbangan. Sekiranya setelah gambar 3 dimensinya bisa dirampungkan, maka akan saya kirimkan file aslinya supaya bisa diputar-putar di layar monitor. Harapannya, saat proses pembangunannya nanti,….setiap tukang mengalami kesulitan maka buka saja file 3 dimensinya dan kesulitan itupun bisa dipecahkan tanpa gambar kerja yang terlalu rumit sebagaimana lazimnya…Bagaimana okay brur ??

Wassalam
Mappisara Tahuddin



































Masukkan alamat email anda untuk menjadi anggota forum ini